RSS

Khawatir Radiasi, 99 Warga Indonesia Dari Jepang Diperiksa Kesehatan

15 Mar

TEMPO InteraktifJakarta – Sebanyak 99 orang Warga Negara Indonesia di Jepang Selasa 15 Maret 2911 sekitar pukul 17.50 WIB tiba di tanah air. Mereka tiba dengan penerbangan Garuda GA 885.

Di Bandara, mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan terkait kekhawatiran terpapar radiasi nuklir selama di Jepang. “Mereka (-penumpang) termasuk istri saya diperiksa radiasi, tidak lama,” kata Bambang Wibawanto, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia yang beristrikan Yuki’e, perempuan asal Jepang.

Bambang ditemui saat menjemput istrinya menceritakan kalau Yuki’e awalnya berniat menjenguk orangtuanya di Sendai, namun baru tiba di Tokyo gempa terjadi. “Baru menjejakan kaki di Tokyo, terjadi gempa dan pulang kembali ke Jakarta,” kata Bambang di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, keluarga istrinya selamat dan tetap berada di Kota Sendai. “Yang paling lama adalah menghilangkan trauma pasca gempa tsunami,”ujar Bambang.

Tentang diperiksa kesehatan apakah terkena radiasi atau tidak juga dinyatakan penumpang lain. Baharudin, warga Makassar, mengatakan pemeriksaan radiasi memang dilakukan. “Ya, tadi diperiksa radiasi. Tidak lama hanya sebentar,”katanya singkat.Dia mengaku trauma dan sedih dengan bencana gempa yang terjadi di Jepang.

Sayangnya, dia tidak mau menjelaskan secara mendetail karena mengaku sangat lelah. Baharudin di Jepang menetap di Sendai, di mana pusat gempa terjadi. Wajahnya terlihat pucat, dia menolak menjawab pertanyaan Tempo dan buru-buru menaiki bus Pariwisata yang mengangkut seluruh penumpang ke Kementrian luar negeri.

Suasana haru mewarnai kepulangan warga Indonesia ini. Mereka menenteng sendiri barang bawaan, seorang terlihat menaiki kursi roda, sebagian diantaranya menutup mulut dengan masker.

Ima, warga Jakarta Selatan, memeluk erat putrinya, Oksi Grafitasi Putri, 11 tahun. Anak ke-6 dari 8 bersaudara itu ikut kakak sulungnya di Tokyo untuk berlatih tenis. “Dia baru empat bulan di sana, kakaknya belum bisa pulang masih ada pekerjaan, dia pulang dititipkan pramugari,” kata Ima.

Ke-99 warga Indonesia adapula warga Jepang yang bersuamikan orang Indonesia merupakan warga gelombang pertama yang dipulangkan dari Jepang pasca tsunami.

Rombongan itu sebagian besar adalah pekerja dan mahasiswa beserta keluarganya. “Proses pemulangan ini sepenuhnya dibiayai pemerintah. Nanti akan menyusul rombongan gelombang berikutnya, kami hanya memfasilitasi,” kata Juru Bicara Garuda Indonesia Pujobroto.

Rombongan gelombang pertama ini kebanyakan adalah warga yang tinggal di Tokyo. Sebagian dari mereka akan melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing dan sisanya memilih untuk sementara tetap berada di Jakarta. Namun, rata-rata menyatakan kelak akan kembali ke Jepang setelah situasi di negeri sakura itu dinyatakan aman.

AYU CIPTA

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/03/15/brk,20110315-320371,id.html

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 15, 2011 in Berita

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: